Yayasan Nida’ul Ishlah

SK Kemenkumham RI No. : AHU-6499.AH.01.04 Tahun 2013

Jln. Gerilya Barat Gang IV Kelurahan Tanjung RT 7 RW 1 Purwokerto Selatan, Banyumas.

Visi

Membumikan al-Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman Generasi Terbaik.

Misi

• Menyelenggarakan pendidikan untuk mencetak generasi berakhlak, sesuai dengan tuntunan Rasul Shalallahu ‘alaihi wasallam.
• Mencetak generasi yang menghafal, memahami dan mengamalkan al-Qur’an.
• Mendakwahkan al-Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman Generasi Terbaik.
• Membiasakan masyarakat hidup dalam naungan al-Qur’an dan Sunnah.
• Berdakwah melalui sarana kegiatan sosial dan ekonomi.

Nilai-nilai Dasar Yayasan

  1. Mengikuti aqidah Generasi Terbaik
  2. Beribadah sesuai dengan tuntunan Rasulullah
  3. Bijak dalam bermuamalah

Badan Usaha

(BUMY) Badan Usaha Milik Yayasan yang bergerak di bidang jual beli barang dan jasa yaitu:

  • Penjualan pulsa (telpon, listrik, air).
  • Pengadaan barang
  • Jasa servis AC
  • Jasa laundry
  • Menerima sedekah rongsok
  • Penjualan air mineral (galon)
  • Penjualan sembako, dll.

Dengan bermuamalah dengan B.U.M.Y Nidaul Ishlah, maka Anda telah ikut berperan aktif dan turut serta mendukung dalam Bidang Pendidikan, Dakwah dan Sosial, investasi dunia dan investasi akhirat.

Visi B.U.M.Y adalah menjadi badan usaha yang mandiri, profit dan bermanfaat.

Ketua B.U.M.Y: Abu Muhammad Arie Satrio

Lajnah Dakwah

Visi
Mewujudkan masyarakat yang taat beribadah hanya kepada Allah Ta’ala berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman Salafusshaalih.
 
Misi
• Menyebarkan dakwah Islam Ilmiah melalui tashfiyah (pemurnian ajaran Islam) dan tarbiyah (pembinaan berkesinambungan).

• Mendidik masyarakat dan kaum Muslimin supaya beraqidah lurus, beribadah dengan benar dan berakhlak mulia.

• Meningkatkan kualitas keilmuan masyarakat dan memberdayakan semangat kaum Muslimin dalam mempelajari ilmu-ilmu Agama.

Lajnah Pendidikan & Pengajaran

Lembaga: KB dan SDIT Mutiara Hati.

Mendidik akhlak/karakter anak di atas pilar Al-Qur’an merupakan hal yang sangat penting. Allah telah menurunkan Al Qur’an sebagai huda (petunjuk) dan cahaya bagi manusia. Diantara cara mewujudkannya yaitu mengajarkan Al Quran sejak dini kepada anak-anak dan membiasakan mereka selalu berinteraksi dengan Al Quran.

Pembelajaran Al-Qur’an pada anak-anak dimulai dengan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan seiring dengan itu mengajari mereka cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid.

Dalam rangka mewujudkan hal di atas diperlukan minimal 4 hal yaitu : Guru yang berkualitas, sistem/metode yang teruji, waktu yang memadai, serta peran orang tua. Metode UMMI adalah salah satu metode pembelajaran Al Quran yang dikenal teruji dalam melahirkan anak-anak yang mahir (tartil) dalam membaca Al-Qur’an serta banyak digunakan di lembaga-lembaga pendidikan formal dan non formal.

Metode UMMI membangun dan mengembangkan sistem manajemen pembelajaran Al Qur’an yang berbasis mutu. Nama “UMMI” diambil dari bahasa Arab yang artinya “Ibuku”. Ibu banyak sekali jasanya kepada kita yang dengan sabar mengajarkan banyak hal dan bahasa di dunia. Pendekatan bahasa ibu sangat efektif dalam mengajar al qur’an yaitu dengan cara langsung tanpa dieja (direct method), diulang-ulang (repetition), dan penuh kasih sayang yang tulus, serta kesabaran yang luar biasa (affection). Dengan cara inilah pendekatan metode UMMI diterapkan oleh para pengajar kepada para siswa sehingga hasilnya sangat memuaskan.

Seiring dengan perbaikan sistem pembelajaran Al Quran, perlu langkah strategis dalam penguatan pendidikan akhlak (karakter). Diantara metode yang sangat membantu pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah adalah pendekatan pembelajaran tematik terpadu (intergrative) mengacu Kurikulum Nasional 2013.
Model pendekatan tematik lebih berpusat kepada peserta didik, pembelajaran interaktif, berjejaring, pembelajaran aktif-mencari, belajar kelompok, berbasis alat multimedia, berpusat kebutuhan siswa dengan memperkuat pengembangan potensi khusus, pembelajaran ilmu pengetahuan jamak dan pola pembelajaran kritis.

Proses pembelajaran tematik integratif membutuhkan keterampilan dan kesiapan mental guru dalam membiasakan peserta didik agar mampu melakukan proses pengamatan, bertanya, bereksperimen atau mengeksplorasi, bernalar, dan berkomunikasi sekaligus menerapkan akhlak islami.